Jumat, 23 Februari 2018

26 jaya






Sekolah Mentor Rohis SMK Negeri 26 Jakarta


Teman adalah hal yang baik, meski jika mereka menapaki jalan yang berbeda.


Rohis SMK N 26 Jakarta kembali mengadakan sebuah event pembinaan siswa pada Sabtu (23/8). Bekerjasama dengan Unit Sekolah (US) SMK N 26 dan WISH, kegiatan kali ini bertajuk Sekolah Mentor dan dihadiri sebanyak 10 siswa-siswi calon mentor yang terdiri dari kelas XI dan XII.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan serta memberi bekal kepada para calon mentor yang tidak lama lagi akan mengelola mentoring di SMK N 26 Jakarta. Persiapan ini menjadi penting sebab menjadi salah satu sarana membentuk mentor yang berkualitas.
Mentoring itu sendiri merupakan program hasil kerjasama antara Rohis dan pihak sekolah yang diwajibkan bagi seluruh kelas X. Seluruh siswa nantinya akan dibentuk kelompok-kelompok kecil sebanyak 8-12 orang. Kelompok-kelompok tersebut lalu akan diberi materi keagamaan dan dibina akhlaknya tiap sepekan sekali oleh para mentor dari kelas XI, XII, atau alumni.
Bertempat di SMK N 26 Jakarta, acara dimulai sejak pukul 10.00 WIB dan dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama diawali oleh tahsin tilawah. Yakni memperbaiki bacaan Alquran para calon mentor. Sesi tersebut diisi oleh empat orang pengurus US yang pernah mengenyam pendidikan tahsin pula, yaitu: Harseto, Yanuar Setiadi, M. Fauzianuddin Al-Arif, dan Ratih Sumarni.
Sesi selanjutnya kemudian dilanjutkan pemberian materi “Pentingnya Menjadi Murabbi (Mentor)” oleh M. Fauzianuddin Al-Arif. “Siapa di sini yang yakin masuk surga?” tanya lelaki yang tengah menyelesaikan jenjang S-1 di Universitas Negeri Jakarta ini mengawali pembicaraan.
Acara dibuka kembali pada pukul 13.00 WIB setelah sebelumnya break untuk shalat Zhuhur dan makan siang.
Pada sesi terakhir ini, setiap peserta dibagi dalam beberapa kelompok kecil. Lalu peserta diberikan hardcopy materi yang harus mereka presentasikan dalam kelompok tersebut. Hal ini bertujuan sebagai simulasi bagi para calon mentor sebelum akhirnya berada di dalam kelompok mentoring yang sebenarnya.
Setelah mempresentasikan materi-materi itu, para calon mentor akan diberi masukan-masukan terutama bagiamana cara menyusun komunikasi yang efektif. Mereka dibekali pula dengan bagaimana menarik perhatian di tiga menit pertama, bagaimana posisi mata mereka ketika berbicara, body language, dan teknik-teknik lain dalam berkomunikasi.
Rencananya, Sekolah Mentor ini akan diadakan sekali lagi pada sabtu depan. Diharapkan dengan adanya acara ini, para calon mentor tidak perlu merasa malu atau tidak percaya diri ketika mengelola kelompok mentoring nanti. [HS]

sepuluh perintah Allah

Sepuluh Perintah Allah



This is an image of a copy of the 1675 Ten Commandments, at the Amsterdam Esnoga synagogue, produced on parchment in 1768 by Jekuthiel Sofer, a prolific Jewish eighteenth century scribe in Amsterdam. It has Hebrew language writing in two columns separated between, and surrounded by, ornate flowery patterns.
Perkamen tahun 1768 (612×502 mm) karya Jekuthiel Sofer mengimitasi Sepuluh Perintah Allah 1675 di sinagoga Esnoga Amsterdam.
Sepuluh Perintah Allah, dikenal pula dengan istilah Sepuluh Firman AllahDasa Titah, atau Dekalog (bahasa Yunaniδέκα λόγοι), adalah satu kumpulan prinsip biblika terkait etika dan ibadah, yang memegang suatu peranan penting dalam Yudaisme, Kekristenan, dan Islam. Perintah-perintah ini berisi instruksi untuk beribadah kepada Allah saja, menghormati orang tua sendiri, dan memelihara hari Tuhan, serta larangan terhadap pemberhalaan, penghujatan, pembunuhan, perzinaan, pencurian, ketidakjujuran, dan hasrat akan hal-hal yang dilarang. Masing-masing kelompok keagamaan mungkin memiliki tradisi tersendiri dalam melakukan penafsiran dan penomoran perintah-perintah ini.
Disebutkan bahwa kumpulan perintah ini disampaikan oleh Allah kepada bangsa Israel melalui perantaraan Nabi Musa dan ditulis pada kedua loh batu dengan Jari Allah. Sepuluh Perintah Allah tercantum dua kali dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama, pertama di Keluaran 20:2-17, kemudian di Ulangan 5:6-21.
Sebagian kalangan membedakan "Dekalog Etika" dengan seri Sepuluh Perintah dalam Keluaran 34 yang dinamakan "Dekalog Ritual".

Terminologi

The second of two parchment sheets making up 4Q41, it contains Deuteronomy 5:1–6:1
Bagian dari All Souls Deuteronomy, berisi salah satu salinan tertua Dekalog.
Dalam bahasa Ibrani Biblika, Sepuluh Perintah Allah disebut עשרת הדברים(ditransliterasikan aseret ha-d'varîm) dan dalam bahasa Ibrani Rabinik עשרת הדברות(ditransliterasikan asereth ha-dibrot), keduanya dapat diterjemahkan menjadi "kesepuluh kata", "kesepuluh firman" or "kesepuluh hal".

Teks Sepuluh Perintah Allah

Sepuluh Perintah Tuhan ini terdapat juga di dalam Ulangan 5:6-21. Versi Ulangan mengandung sedikit perbedaan dibandingkan dengan versi Keluaran. Dalam Kitab Keluaran dikatakan bahwa perintah untuk merayakan hari Sabat merujuk pada kisah pekerjaan TUHAN Allah pada Penciptaan. TUHAN Allah sendiri bekerja selama enam hari dalam menciptakan langit, bumi dan segala isinya, dan pada hari yang ketujuh TUHAN berhenti bekerja dan memberkati hari itu (Keluaran 20:10-11). Sementara itu dalam Kitab Ulangan, perayaan hari Sabat merujuk pada kisah pembebasan Israel dari perbudakan di Mesir. Hari Sabat harus dirayakan untuk memberikan kesempatan beristirahat kepada setiap hewan yang ada karena bangsa Israel sendiri pun dulunya adalah bangsa budak yang kemudian diberikan kebebasan oleh Allah. Karena itu, sekarang Israel pun dilarang memperbudak orang lain, dan makhluk lainnya (Ulangan 5:14-15).
Berikut isi kesepuluh perintah tersebut:
20:1Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:
20:2"Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.
20:3Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
20:4Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
20:5Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
20:6tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
20:7Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
20:8Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
20:9enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
20:10tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
20:11Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
20:12Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
20:13Jangan membunuh.
20:14Jangan berzinah.
20:15Jangan mencuri.
20:16Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
20:17Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."

Tradisi penomoran

Masing-masing tradisi keagamaan membagi ketujuh belas ayat dari Keluaran 20:1–17 dan persamaannya di Ulangan 5:4–21 menjadi sepuluh "perintah" atau "firman" dengan cara-cara berbeda, sebagaimana diperlihatkan dalam tabel di bawah. Beberapa pihak mengemukakan bahwa angka sepuluh lebih merupakan pilihan untuk membantu menghafalnya daripada persoalan teologis.
Tradisi-tradisi:
  • LXX: Septuaginta, umumnya diikuti oleh jemaat Kristen Ortodoks.
  • F: Filo, sama seperti Septuaginta, namun larangan membunuh dan berzina terbalik nomornya.
  • S: Taurat Samaria, dengan satu perintah tambahan mengenai Gunung Gerizim sebagai perintah ke-10.
  • T: Talmud Yahudi, menjadikan "kata pengantar" sebagai "firman" atau "hal" pertama dan menggabungkan larangan beribadah kepada allah-allah lain dengan larangan pemberhalaan.
  • A: Agustinus mengikuti Talmud dalam penggabungan ayat 3–6, namun menghilangkan kata pengantar sebagai suatu perintah dan memisahkan larangan mengingini menjadi dua perintah serta mengikuti susunan kata dari Ulangan 5:21 ketimbang Keluaran 20:17.
  • KKatekismus Gereja Katolik, sebagian besar mengikuti Agustinus.
  • L: Jemaat Lutheran mengikuti Katekismus Besar Martin Luther, yang mengikuti Agustinus namun menghilangkan larangan terhadap gambar atau "patung"dan menggunakan susunan kata dari Keluaran 20:17 ketimbang Ulangan 5:21 untuk perintah kesembilan dan kesepuluh.
  • R: Jemaat Reformed mengikuti Institutio karya Yohanes Calvin yang mengikuti Septuaginta; sistem ini juga digunakan dalam Buku Doa Umum Anglikan.
Sepuluh Perintah Allah
LXXFSTAKLRArtikel utamaKeluaran 20:1-17Ulangan 5:4-21
11(1)Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.26
11121111Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku37
2212112Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun4–68–10
33232223Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sembarangan711
44343334Kuduskanlah hari Sabat8–1112–15
55454445Hormatilah ayahmu dan ibumu1216
67565556Jangan membunuh1317
76676667Jangan berzinah1418
88787778Jangan mencuri1519
99898889Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu1620
10109101010910Jangan mengingini (rumah sesamamu)17a21b
1010910991010Jangan mengingini (istri sesamamu)17b21a
101091010101010Jangan mengingini (hamba, hewan, atau apapun yang dipunyai sesamamu)17c21c
10Haruslah kamu mendirikan altar yang kuperintahkan kepadamu di atas Gunung Gerizim17d (Samaria)21d (Samaria)
  • Semua kutipan kitab suci di atas adalah dari Alkitab LAI Terjemahan Baru.

Penafsiran keagamaan

Kekristenan

Kebanyakan tradisi dalam Kekristenan berpegang pada pandangan bahwa Sepuluh Perintah Allah memiliki otoritas ilahi dan terus berlaku sampai kapan saja, kendati masing-masing tradisi mungkin memiliki penafsiran berbeda dan pemanfaatan tersendiri. Dalam hampir sepanjang sejarah Kekristenan, dekalog ini dipandang sebagai suatu ringkasan hukum Allah dan tolok ukur perilaku, pusat kehidupan Kristen, kesalehan, serta ibadah.

Referensi dalam Perjanjian Baru

Dalam Khotbah di Bukit, Yesus secara eksplisit merujuk larangan terhadap pembunuhan dan perzinaan. Dalam Matius 19:16-19, Yesus mengulang kembali lima perintah dari Sepuluh Perintah Allah, diikuti oleh perintah yang disebut "hukum yang kedua" (Matius 22:34-40) setelah "hukum yang terutama dan yang pertama".
Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
— Matius 19:16-19
Dalam Surat Roma, Rasul Paulus juga menyebutkan lima perintah dari Sepuluh Perintah Allah dan menghubungkannya dengan perintah mengasihi sesama.
Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
— Roma 13:8-10

Katolik

Dalam pandangan Gereja Katolik, Yesus membebaskan umat Kristen dari seluruh hukum agama Yahudi, tetapi tidak dari kewajiban mereka untuk memelihara Sepuluh Perintah Allah. Dikatakan bahwa perintah-perintah ini diberikan untuk tatanan moral, sementara kisah penciptaan adalah untuk tatanan alam atau kodrati.
Menurut Katekismus Gereja Katolik, yang adalah pemaparan resmi keyakinan Kristiani Gereja Katolik, Sepuluh Perintah Allah dipandang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan rohani yang baik, serta berfungsi sebagai dasar bagi keadilan sosial.Ajaran Gereja mengenai Sepuluh Perintah Allah utamanya didasarkan pada Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, dan tulisan-tulisan dari para Bapa Gereja awal. Dalam Perjanjian Baru, Yesus mengakui keabsahan perintah-perintah ini dan menginstruksikan murid-murid-Nya untuk melangkah lebih jauh, mensyaratkan suatu kebenaran yang melebihi daripada para ahli kitab dan Farisi. Perintah-perintah ini dirangkum oleh Yesus menjadi dua "hukum kasih" yang mengajarkan untuk mengasihi Allah dan mengasihi sesama, menginstruksikan setiap individu untuk mempertahankan relasi yang baik dengan keduanya.
Teks lengkap Sepuluh Perintah Allah beserta penjelasannya terdapat dalam Katekismus Gereja Katolik seksi 2052-2552. Buku Puji Syukur mencantumkan teks dekalog secara ringkas:
  1. Akulah Tuhan, Allahmu, Jangan menyembah berhala, berbaktilah kepada-Ku saja, dan cintailah Aku lebih dari segala sesuatu.
  2. Jangan menyebut Nama Tuhan Allahmu dengan tidak hormat.
  3. Kuduskanlah hari Tuhan.
  4. Hormatilah ibu-bapamu.
  5. Jangan membunuh.
  6. Jangan berzinah.
  7. Jangan mencuri.
  8. Jangan bersaksi dusta tentang sesamamu.
  9. Jangan mengingini istri sesamamu.
  10. Jangan mengingini milik sesamamu secara tidak adil.

Ortodoks

Kebenaran-kebenaran moral yang dipegang Gereja Ortodoks Timur utamanya terkandung dalam Sepuluh Perintah Allah.Pengakuan dosa diawali dengan pembacaan Sepuluh Perintah Allah oleh bapa pengakuan (imam yang mendengarkan pengakuan dosa), dan ia menanyakan peniten perintah apa saja yang telah dilanggar.

Protestan

Kendati menolak teologi moral Katolik Roma, dengan memberi penekanan lebih pada hukum alkitabiah dan injil, para teolog Protestan awal tetap mempertahankan Sepuluh Perintah Allah sebagai titik awal kehidupan moral Kristen. Masing-masing denominasi Kristen memiliki keragaman dalam hal bagaimana mereka menerjemahkan prinsip-prinsip dasar ini ke dalam hal-hal spesifik yang membentuk suatu etika Kristen yang sepenuhnya.Sementara kalangan Katolik menekankan tindakan untuk melaksanakan Sepuluh Perintah Allah, kalangan Protestan menggunakan Sepuluh Perintah Allah dengan maksud menguraikan kehidupan Kristen kepada setiap orang, dan membuat setiap orang menyadari, melalui kegagalan mereka menjalani kehidupan tersebut, bahwa mereka tidak mampu melakukannya sendiri.

Sebuah sekolah Kristen di India memajang Sepuluh Perintah Allah.
Dalam teks Sepuluh Perintah Allah yang banyak digunakan kalangan Protestan, bagian pertama sampai keempat mengatur tentang hubungan manusia dengan Tuhan, sedangkan perintah kelima sampai kesepuluh mengatur hubungan manusia dengan sesama:
  1. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku
  2. Jangan membuat patung untuk disembah
  3. Jangan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan
  4. Kuduskanlah hari Sabat
  5. Hormatilah Orang tua mu
  6. Jangan membunuh
  7. Jangan berzinah
  8. Jangan mencuri
  9. Jangan berdusta
  10. Jangan mengingini milik orang lain.
Lutheran
Pembagian perintah-perintah ini oleh Lutheran mengikuti yang ditetapkan oleh St. Agustinus, menyusul yang kelak menjadi pembagian para ahli kitab dalam sinagoga saat ini. Tiga perintah pertama mengatur hubungan antara Allah dengan manusia, perintah keempat sampai kedelapan mengatur hubungan bermasyarakat antar manusia, dan dua perintah terakhir mengatur pikiran-pikiran personal. Lihat Katekismus Kecil dan Katekismus Besar Martin Luther.

Islam

Dalam Islam, Nabi Musa adalah salah seorang nabi Allah. Meskipun Islam menganggap bahwa kandungan teks yang terdapat dalam Taurat dan Injil telah dicemari kecuaian dan kepentingan, pesanan daripada Taurat dan Injil masih terdapat dalam Qur'an dalam bentuk yang hampir serupa. Sepuluh Rukun tidak disebut di dalam al-Qur'an, namun kandungannya terdapat di dalam ayat Qur'an (Rukun mengikut turutan):
  1. "...sesungguhnya tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah."(47:19)
  2. "Wahai Tuhanku! jadikanlah negeri Mekah ini negeri yang aman dan jauhkanlah daku dan anak-anakku dari perbuatan menyembah berhala." (14:35)
  3. "Dan janganlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpah kamu sebagai benteng yang menghalangi kamu daripada berbuat baik dan bertakwa, serta mendamaikan perbalahan antara sesama manusia." (2:224)
  4. "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila diserukan azan (bang) untuk mengerjakan sembahyang pada hari Jumaat, maka segeralah kamu pergi (ke masjid) untuk mengingati Allah (dengan mengerjakan sembahyang jumaat) dan tinggalkanlah berjual beli (pada saat itu)..." (62:9)
    Sabat dihapuskan dengan penurunan Quran. Orang Islam diberitahu di dalam al-Qur'an bahawa Sabat (Sabtu) hanya diperintahkan bagi kaum Yahudi. (16:124) Tuhan, walau bagaimanapun, memerintahkan orang Islam untuk bersegera dan meninggalkan urusan untuk menghadiri ibadah sembahyan Jumaat. Mereka boleh meneruskan urusan kemudian pada hari tersebut.
  5. "....hendaklah engkau berbuat baik kepada ibu bapa. Jika salah seorang dari keduanya atau kedua-duanya sekali, sampai kepada umur tua dalam jagaan dan peliharaanmu, maka janganlah engkau berkata kepada mereka (sebarang perkataan kasar) sekalipun perkataan "Ha" dan janganlah engkau menengking menyergah mereka, tetapi katakanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (17:23)
  6. "....sesiapa yang membunuh seorang manusia dengan tiada alasan yang membolehkan membunuh orang itu atau (kerana) melakukan kerosakan di muka bumi, maka seolah-olah dia telah membunuh manusia semuanya." (5:32)
  7. "Dan janganlah kamu menghampiri zina, sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji dan satu jalan yang jahat." (17:32)
  8. "Dan orang lelaki yang mencuri dan orang perempuan yang mencuri maka (hukumnya) potonglah tangan mereka sebagai satu balasan dengan sebab apa yang mereka telah usahakan, (juga sebagai) suatu hukuman pencegah dari Allah dan (ingatlah) Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana. " (5:38)
  9. "...janganlah kamu (wahai orang-orang yang menjadi saksi) menyembunyikan perkara yang dipersaksikan itu dan sesiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya dia adalah orang yang berdosa hatinya dan (ingatlah), Allah sentiasa Mengetahui akan apa yang kamu kerjakan" (2:283)
  10. "Dan janganlah engkau menujukan pandangan kedua matamu dengan keinginan kepada apa yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka yang kafir itu menikmatinya, yang merupakan keindahan kehidupan dunia ini, untuk Kami menguji mereka padanya; sedang limpah kurnia Tuhanmu di akhirat lebih baik dan lebih kekal." (20:131)
Juga boleh diperhatikan dalam surah ke-17, "Al-Israa" ("Perjalanan Malam"), ayat 22-37, Qur'an memberikan satu set ketetapan moral bahawa "antara ajaran yang bijaksana, yang Tuhanmu telah berikan kepada kamu" boleh dikategorikan dalam sepuluh bilangan. Hendaklah diingat ayat ini tidak dianggap oleh sarjana Islam sebagai bahagian lain daripada ajaran akhlak dalam al-Qur'an, mahupun sebagai ganti kepada yang lain.
  1. Sembah hanya satu Tuhan: Janganlah engkau adakan tuhan yang lain bersama Allah (dalam ibadatmu), kerana akibatnya engkau akan tinggal dalam keadaan tercela dan kecewa dari mendapat pertolongan.. (17:22)
  2. Berbaiklah, hormati dan merendah diri kepada ibu bapa: Dan Tuhanmu telah perintahkan, supaya engkau tidak menyembah melainkan kepadaNya semata-mata dan hendaklah engkau berbuat baik kepada ibu bapa. Jika salah seorang dari keduanya atau kedua-duanya sekali, sampai kepada umur tua dalam jagaan dan peliharaanmu, maka janganlah engkau berkata kepada mereka (sebarang perkataan kasar) sekalipun perkataan "Ha" dan janganlah engkau menengking menyergah mereka, tetapi katakanlah kepada mereka perkataan yang mulia (yang bersopan santun). (17:23) Dan hendaklah engkau merendah diri kepada keduanya kerana belas kasihan dan kasih sayangmu dan doakanlah (untuk mereka, dengan berkata): "Wahai Tuhanku! Cucurilah rahmat kepada mereka berdua sebagaimana mereka telah mencurahkan kasih sayangnya memelihara dan mendidikku semasa kecil." (17:24)
  3. Janganlah kedekut atau membazir dalam perbelanjaan: Dan berikanlah kepada kerabatmu dan orang miskin serta orang musafir akan haknya masing-masing dan janganlah engkau membelanjakan hartamu dengan boros yang melampau. (17:26) Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara-saudara Syaitan, sedang Syaitan itu pula adalah makhluk yang sangat kufur kepada Tuhannya. (17:27) Dan jika engkau terpaksa berpaling tidak melayani mereka, kerana menunggu rezeki dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka katakanlah kepada mereka kata-kata yang menyenangkan hati. (17:28) Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu di lehermu dan janganlah pula engkau menghulurkannya dengan sehabis-habisnya, kerana akibatnya akan tinggallah engkau dengan keadaan yang tercela serta kering keputusan. (17:29)
  4. Jangan terlibat dalam 'pembunuhan' kerana takut kebuluran: Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu kerana takutkan kepapaan; Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepada kamu. Sesungguhnya perbuatan membunuh mereka adalah satu kesalahan yang besar. (17:31)
  5. Jangan lakukan perzinaan: Dan janganlah kamu menghampiri zina, sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji dan satu jalan yang jahat (yang membawa kerosakan). (17:32)
  6. Jangan membunuh sesuka hati: Dan janganlah kamu membunuh diri seseorang manusia yang diharamkan oleh Allah membunuhnya kecuali dengan alasan yang benar dan sesiapa yang dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan warisannya berkuasa menuntut balas. Dalam pada itu, janganlah dia melampau dalam menuntut balas bunuh itu, kerana sesungguhnya dia adalah mendapat sepenuh-penuh pertolongan (menurut hukum Syarak). (17:33)
  7. Prihatin terhadap anak-anak yatim: Dan janganlah kamu menghampiri harta anak yatim melainkan dengan cara yang baik (untuk mengawal dan mengembangkannya), sehingga dia baligh (dewasa, serta layak mengurus hartanya dengan sendiri)...(17:34)
  8. Mengotakan janji: ...dan sempurnakanlah perjanjian (dengan Allah dan dengan manusia), sesungguhnya perjanjian itu akan ditanya. (17:34)
  9. Berlaku jujur dan adil dalam perhubungan: Dan sempurnakanlah sukatan apabila kamu menyukat dan timbanglah dengan timbangan yang adil. Yang demikian itu baik (kesannya bagi kamu di dunia) dan sebaik baik kesudahan (yang mendatangkan pahala di akhirat kelak). (17:35)
  10. Janganlah bongkak: Dan janganlah engkau mengikut apa yang engkau tidak mempunyai pengetahuan mengenainya; sesungguhnya pendengaran dan penglihatan serta hati, semua anggota-anggota itu tetap akan ditanya tentang apa yang dilakukannya. (17:36) Dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan berlagak sombong, kerana sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembusi bumi dan engkau tidak akan dapat menyamai setinggi gunung-ganang. (17:37)

Minggu, 26 Maret 2017

berbagi ilmu

Manfaat Blog dalam Dunia Pendidikan


Hasil gambar untuk manfaat blog dalam dunia pendidikan
Kegunaan Blog untuk dunia pendidikan adalah blog sebagai media penyampai informasi dari guru kepada murid atau dosen kepada mahasiswannya, karena blog sifatnya online maka penyampaian informasi diharapkan merata. Serta bagi siswa atau mahasiswa dapat mengirimkan tugas-tugas kepada guru kapan saja dan dimana saja. Dengan adanya blog dari guru atau dosen kita dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. Selain itu kita juga dapat berkomunikasi dengan guruatau dosen setiap saat, misalnya melalui chatting dan email. Mengingat sumber belajar yang sudah dikemas secara elektronik dan tersedia untuk diakses melalui internet, maka kita dapat melakukan interaksi dengan sumber belajar ini kapan saja dan dari mana saja, juga tugas-tugas pekerjaan rumah dapat diserahkan kepada guru/dosen begitu selesai dikerjakan. berikut manfaat blog dalam dunia pendidikan:
  1. Blog sebagai Sumber Informasi
Hasil gambar untuk manfaat blog dalam dunia pendidikan
Dalam dunia pendidikan dibutuhkan berbagai macam pengetahuan. Untuk itu guru dan siswa haruslah memiliki berbagai macam buku untuk mengembangkan pengetahuannya. Nah selain buku, ada satu wadah praktis yang bisa dimanfaatkan yaitu blog. Kita bisa mencari berbagai macam pengetahuan dari blog-blog yang ada didunia maya. Memang tingkat keakuratannya tidak begitu tinggi, namun sangat bermanfaat sebagai pelengkap dari pengetahuan yang kita miliki. Karena sebagai mana kita ketahui, internet merupakan jaringan yang sangat cepat, sehingga informasi terbaru juga akan lebih cepat didapatkan. Tentu saja ini membantu penambahan sumber informasi bagi dunia pendidikan, baik itu untuk guru maupun siswa.
2. Blog sebagai Media Pembelajaran
Pernahkah sobat melakukan belajar online bersama guru didunia maya? Ya, semakin pesatnya teknologi memang memungkinkan semua itu akan terjadi. Belajar bisa dilakukan dari jarak jauh dengan menggunakan blog. Biasanya guru yang akan menyediakan bahan diblognya, kemudian para siswa akan dituntut untuk membuka blog tersebut untuk mengikuti proses pembelajaran. Suatu kegiatan yang mungkin terjadi saat ini.
3. Blog sebagai Penunjang Bakat dan Minat
Fenomenanya pada saat sekarang ini, tidak semua siswa yang suka ngeblog. Beberapa diantara siswa lebih memilih bakat didunia nyata dibandingkan dunia maya. Contohnya siswa yang suka basket, dia tidak akan suka ngeblog. Biasanya siswa yang suka ngeblog itu adalah siswa yang hobby fotografi, sastra, seni atau lainnya. Dengan demikian siswa yang hobi fotografi akan dengan mudah memampangkan hasil karya mereka diblognya. Siswa yang hobi sastra akan lebih senang menulis diblognya. Siswa yang hobi seni akan lebih sering memampangkan drama teater diblognya. Otomatis blog sangat berfungsi bagi du, nia pendidikan salah satunya menunjang bakat dan minat siswa.
4. Blog sebagai Sarana Promosi Institusi
Dengan blog, sebuah institut pendidikan bisa mempromosikan diri. Ini sangat berpengaruh terhadap dunia pendidikan. Sebagai calon siswa kita akan dengan mudah mengetahui informasi tentang sebuah institut pendidikan dari blog khusus yang mereka miliki.
Mungkin hanya sekian manfaat blog untuk dunia pendidikan yang bisa saya telaah. Memang jika dikaji lebih lanjut, tidak akan ada habisnya manfaat blog bagi dunia pendidikan. Semuanya akan berkaitan antara satu dan lainnya. Baik guru maupun siswa apalagi pada era milinium sekarang ini, yang tidak bisa lepas dari peran dunia sosial media, salah satunya melalui sebuah blog. Namun, yang harus diwaspadai yaitu penyalahgunaan blog. Terkadang banyak juga guru yang memanfaat siswanya untuk mengambil keuntungan pribadi. Contohnya mendownload file, mengklik iklan, dan lain sebagainya. Boleh memang menyuruh siswa mendownload file yang dibutuhkan untuk proses belajar mengajar, tapi alangkah baiknya jika tidak dijadikan ajang pengambilan keuntungan. Karena perilaku tersebut sama saja mengajari peserta didik untuk melakukan tindakan plagiat. Sangat tidak profesional jika seorang guru memanfaatkan siswanya untuk mengambil keuntungan dari blog yang dimilikinya. Maka dari itu, manfaatkanlah blog ini sebagaimana mestinya. Orang berpendidikan pasti akan paham mana yang pantas dan tidak pantas dilakukan pada sebuah blog. Sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat.
Perlunya seorang guru mempunyai blog karena blog adalah media yang sangat membantu disamping untuk menambah wawasan sekaligus untuk eksistensi diri.
   1. Menuliskan apapun tentang kegiatan di sekolah seperti; menceritakan kegiatan belajar yang menyenangkan bersama murid-murid, menceritakan inovasi dalam metode mengajar yang memang menarik minat dan bisa jadi contoh bagi guru-guru yang lain untuk dipraktekkan di kelas mereka, menuliskan uneg-uneg akan protes kebijakan sekolah selain jadi bahan melepas stres juga bisa sebagai ancang-ancang berargumen dengan kepala sekolah/kepala yayasan.
    2. Bisa menjadi cermin evaluasi diri karena tulisan-tulisan kita juga dikomentari oleh berbagai orang dengan berbagai sudut pandang sehingga kita juga belajar memahami berbagai karakter orang dan sudut pandang seseorang menyikapi masalah.
    3. Menguji kualitas tulisan-tulisan. Posting sebuah tulisan di blog. Kalau banyak orang yang menyukainya, maka sukses jadi penulis yang berbakat. Jika tak ada yang suka, berarti harus belajar lebih giat lagi untuk membuat tulisan yang menarik. Intinya, aktivitas blogging dapat menjadi sarana yang sangat jitu untuk mengevaluasi kualitas dan kemampuan.
    4. Bisa menjadi ajang sosialisasi dan menyusun kekuatan opini apalagi dengan teknologi sindikasi berita, link dan mesin pencari sekarang.
     5. wadah untuk memperoleh pendapatan sampingan.
Dengan semua kegunaan blog adapun harus diperhatikan oleh guru sebagai upaya dalam pemanfaatan blog dalam dunia pendidikan, antara lain :
a.Fresh Artikel
Seorang guru harus dengan rajin untuk memposting artikel di blog yang dikelolanya. Hal ini dilakukan agar siswa – siswanya senantiasa kembali dan kembali lagi mengunjungi blog untuk mencari artikel – artikel baru yang pastinya akan membantu mereka dalam memahami mata pelajaran dengan lebih baik lagi.
b.Bersahabat Dengan Siswa
Sifat resmi dan baku yang tersaji dalam kegiatan pembelajaran yang terjadi di dalam kelas sebisa mungkin untuk dihilangkan ketika seorang guru menuliskan artikel di dalam blognya. Gunakan kata dan kalimat yang mudah dipahami oleh siswa dan tidak terlalu baku agar para siswa merasa enjoy dalam memahami inti tulisan yang diposting. Dengan kata lain bersikaplah bersahabat dengan mereka yang tercermin dalam bahasa tulisan yang mudah untuk dibahami dan tidak terlalu kaku.
c.Pemaksaan
Pemaksaan disini dalam artian bahwa para siswa harus berkunjung ke blog yang dikelola oleh guru untuk mencari artikel yang relevan dengan tugas yang diberikan oleh guru. Jadi, guru memberikan sebuah tugas yang mana jawabannya ada di dalam blog yang dikelolanya, sehingga dengan demikian, para siswa ‘terpaksa’ harus mengunjungi blog-nya dan mencari artikel yang relevan. Pemaksaan ini tidak lain sebagai suatu cara pembentukan kebiasaan bagi para siswa untuk rajin berkunjung ke blog yang dikelola oleh gurunya.
d.Aktualisasi Diri
Tulisan yang diposting dalam suatu blog adalah merupakan suatu bentuk aktualisasi diri dari seorang guru. Dari tulisan yang diposting, para pembaca akan dapat mengetahui sejauh mana tingkat pengetahuan serta kompetensi seorang guru terhadap mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya. Terlebih lagi, sebuah tulisan akan senantiasa tersedia dan dapat diakses setiap saat oleh para siswanya, selama domain serta hostingnya senantiasa diperpanjang agar tidak dihapus oleh server, atau mungkin bagi pengguna blog gratisan, harus dijaga agar tulisannya tidak melanggar TOS yang telah ditetapkan yang dapat memungkinkan dihapuskannya akun blog yang dimilikinya.
e.Komunikasi Dua Arah
Seorang guru harus pandai – pandai memanfaatkan blog yang dikelolanya untuk menjaring feedback/masukan dari para siswanya demi peningkatan proses serta kualitas pembelajaran yang terjadi. Terkadang seorang siswa merasa malu dan sungkan untuk menyampaikan entah itu kesulitannya ataupun kritikannya secara langsung kepada gurunya ketika kegiatan pembelajaran sedang berlangsung di dalam kelas meskipun seorang guru memintanya secara langsung.
Melalui blog yang dikelola oleh guru, ajaklah para siswa untuk memberikan masukan serta pendapatnya dengan cara berkomentar di kolom komentar yang tersedia ataupun dengan mengikuti sebuah polling yang disediakan oleh guru dalam suatu tema tertentu. Dengan cara seperti ini, para siswa akan merasa aman dan nyaman dalam memberikan masukannya agar proses serta kualitas pembelajaran dapat meningkat. Seorang guru juga harus dengan bijaksana menerima masukan dari para siswanya dan harus melakukan perbaikan berdasarkan feedback yang diterima.
Pada akhirnya, blog harus dimanfaatkan secara bijak dan juga serius dalam dunia pendidikan demi tercapainya pendidikan yang lebih berkualitas dan terciptanya proses pembelajaran yang lebih menyenangkan bagi para siswa di samping secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas dari guru itu sendiri melalui rajin mencari sumber referensi sebagai penunjang bahan penulisan artikel baru di blog.
Dengan adanya Blog juga mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi pelajaran. Demikian juga interaksi antara peserta didik dengan dosen/guru maupun antara sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling berbagi informasi atau pendapat mengenai berbagai hal yang menyangkut pelajaran ataupun kebutuhan pengembangan diri peserta didik. Guru atau instruktur dapat menempatkan bahan-bahan belajar dan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik di tempat tertentu di dalam web untuk diakses oleh para peserta didik. Sesuai dengan kebutuhan, guru/dosen dapat pula memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengakses bahan belajar tertentu maupun soal-soal ujian yang hanya dapat diakses oleh peserta didik sekali saja dan dalam rentangan waktu tertentu pula.