Teman adalah hal yang baik, meski jika mereka menapaki jalan yang berbeda.
Rohis SMK N 26 Jakarta kembali mengadakan sebuah event pembinaan siswa pada Sabtu (23/8). Bekerjasama dengan Unit Sekolah (US) SMK N 26 dan WISH, kegiatan kali ini bertajuk Sekolah Mentor dan dihadiri sebanyak 10 siswa-siswi calon mentor yang terdiri dari kelas XI dan XII.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan serta memberi bekal kepada para calon mentor yang tidak lama lagi akan mengelola mentoring di SMK N 26 Jakarta. Persiapan ini menjadi penting sebab menjadi salah satu sarana membentuk mentor yang berkualitas.
Mentoring itu sendiri merupakan program hasil kerjasama antara Rohis dan pihak sekolah yang diwajibkan bagi seluruh kelas X. Seluruh siswa nantinya akan dibentuk kelompok-kelompok kecil sebanyak 8-12 orang. Kelompok-kelompok tersebut lalu akan diberi materi keagamaan dan dibina akhlaknya tiap sepekan sekali oleh para mentor dari kelas XI, XII, atau alumni.
Bertempat di SMK N 26 Jakarta, acara dimulai sejak pukul 10.00 WIB dan dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama diawali oleh tahsin tilawah. Yakni memperbaiki bacaan Alquran para calon mentor. Sesi tersebut diisi oleh empat orang pengurus US yang pernah mengenyam pendidikan tahsin pula, yaitu: Harseto, Yanuar Setiadi, M. Fauzianuddin Al-Arif, dan Ratih Sumarni.
Sesi selanjutnya kemudian dilanjutkan pemberian materi “Pentingnya Menjadi Murabbi (Mentor)” oleh M. Fauzianuddin Al-Arif. “Siapa di sini yang yakin masuk surga?” tanya lelaki yang tengah menyelesaikan jenjang S-1 di Universitas Negeri Jakarta ini mengawali pembicaraan.
Acara dibuka kembali pada pukul 13.00 WIB setelah sebelumnya break untuk shalat Zhuhur dan makan siang.
Pada sesi terakhir ini, setiap peserta dibagi dalam beberapa kelompok kecil. Lalu peserta diberikan hardcopy materi yang harus mereka presentasikan dalam kelompok tersebut. Hal ini bertujuan sebagai simulasi bagi para calon mentor sebelum akhirnya berada di dalam kelompok mentoring yang sebenarnya.
Setelah mempresentasikan materi-materi itu, para calon mentor akan diberi masukan-masukan terutama bagiamana cara menyusun komunikasi yang efektif. Mereka dibekali pula dengan bagaimana menarik perhatian di tiga menit pertama, bagaimana posisi mata mereka ketika berbicara, body language, dan teknik-teknik lain dalam berkomunikasi.
Rencananya, Sekolah Mentor ini akan diadakan sekali lagi pada sabtu depan. Diharapkan dengan adanya acara ini, para calon mentor tidak perlu merasa malu atau tidak percaya diri ketika mengelola kelompok mentoring nanti. [HS]


Tidak ada komentar:
Posting Komentar